Selain KPA dan KPR, Masih Ada Jenis Transaksi Jual Beli Hunian yang Lain

Selain KPA dan KPR, Masih Ada Jenis Transaksi Jual Beli Hunian yang Lain

Jika mau lebih cermat, bukan hanya KPA atau KPR yang biasa digunakan sebagai cara untuk mendapat hunian baru. Di Indonesia, ada banyak sistem transaksi yang dipakai meski tak diketahui oleh semua orang. Tapi memang, selain dua tersebut, sistem yang lain jarang digunakan karena memiliki resiko tinggi. Bahkan, mengetahui sistem jual beli harus dilakukan pertama kali sebelum negoisasi berlanjut.

Baik membeli apartemen atau rumah tidak akan pernah sama dengan membeli motor. Selain harganya yang tinggi, sistem jual beli yang dipraktekkan pun berbeda. Belum lagi jika menyangkut pengembangnya, sistem yang dipakai bahkan bisa sedikit lebih rumit. Disinilah calon pembeli diharuskan tahu agar bisa mendapat cara yang tepat untuk mendapat hunian sesuai dengan kekuatan finansialnya.

  1. Jual beli tunai

Satu cara yang mudah untuk mendapat hunian, baik itu apartemen atau rumah, adalah dengan cara membeli tunai. Tapi melihat kondisi sekarang ini, jual beli hunian secara tunai sudah jarang terjadi. Penyebab utama tentu terkait dengan kemampuan finansial calon pembeli.

Alasan lain kenapa cara ini jarang dipraktekkan yaitu disinyalir ada tindak kejahatan. Membeli hunian secara kontan akan dicurigai sebagai aktivitas pencucian uang. Bahkan pengembang perumahan saat ini juga sudah mulai ramai-ramai menghapus sistem tunai. Para pengelola pasti tak mau tersangkut kasus hukum.

  1. KPA dan KPR

Sistem transaksi kepemilikan rumah yang paling populer saat ini yaitu KPA dan KPR. Metode ini sudah banyak diaplikasi di berbagai sektor properti. Tak hanya apartemen atau perumahan, tapi juga bangunan modern lainnya. Pastinya, selalu ada plus minus dari jenis transaksi yang dipakai, tak terkecuali KPA dan KPR.

Dari sisi pemberi kredit seperti bank, kredit macet adalah kerugian yang harus dihindari. Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu rumah tidak sedikit. Sisi positifnya, kredit bisa membantu seseorang mendapat tempat tinggal. Untuk pengembang, adanya KPA dan KPR bisa dimanfaatkan sebagai langkah mengelola finansial.

  1. Cicilan tunai

Metode transaksi kepemilikan rumah yang lain yaitu cicilan tunai. Pada prakteknya, sistem cicilan tunai hampir mirip dengan KPA atau KPR. Perbedaan yang mendasar yaitu terletak pada kondisi bangunannya. Baik KPA atau KPR biasanya diperuntukkan untuk bangunan yang sudah jadi, sedang cicilan tunai tidak.

Pada paraktenya, sistem cicilan tunai mengharuskan pembeli untuk mencicil harga hunian dari saat mulai dibangun sampai bangunan sudah jadi. Sayangnya, metode ini sudah jarang diterapkan karena beberapa kekurangan, kerumitan adalah salah satunya. Juga, jangka waktu angsuran yang relatif pendek, biasanya tak sampai satu tahun.

  1. Sewa hunian

Satu langkah alternatif agar punya tempat tinggal namun tak punya cukup anggaran yaitu dengan menyewa. Kemampuan finansial tiap orang pasti berbeda. Jika punya dana melimpah kenapa tidak membeli, sebaliknya jika kekurangan dana, maka menyewa pun tak apa.

Sistem semacam ini banyak dipraktekkan di kota-kota besar. Harga hunian yang mahal ditambah anggaran yang tidak cukup, menyewa jadi cara terbaik. Pastinya, tiap lokasi memiliki harga sewa yang berbeda. Selain itu, besaran uang sewa biasanya tergantung pada kebijakan pemilik hunian. Lazimnya, biaya sewa hunian dihitung per-meter per-bulan.